PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ketidakpastian merupakan salah satu atribut yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia, sehingga menyebabkan adanya risiko. Risiko adalah kemungkinan akan terjadinya suatu kondisi yang tidak diinginkan serta berpotensi menimbulkan kerugian. Dalam rangka mengantisipasi potensi kerugian tersebut, muncullah suatu kegiatan usaha yang dikenal dengan asuransi.
Berdasarkan Undang-Undang No 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Secara umum, asuransi dibagi ke dalam dua kelompok utama yaitu Asuransi Umum (Asuransi Kerugian) dan Asuransi Jiwa. Asuransi umum atau (Asuransi Kerugian) merupakan penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Sedangkan, Asuransi jiwa memberikan jasa dalam penanggulan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggung
Untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan siswanya maka wajib melaksanakan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang berbeda pelaksanaannya dengan pendidikan di sekolah, dimana para siswa memperkenalkan langsung dengan dunia usaha / industry (DU/DI) dan akan mendapat pengakuan berupa pemberian sertifikat.
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) didasari pada perjanjian kerjasama anatara PT. Telekomunikasi Indonesia dengan Yayasan Sandhykara Putra Telkom Nomor : TEL. 175/ HK810 /HRC60/ 2012 dan Nomor : PKS. 09/ PDD / DPPPYSPT/V/2012. Tentang : PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) TERHADAP Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di bawah pembinaan Yayasan Sandhykara Putra Telkom untuk diberikan kesempatan guna memanfaatkan fasilitas TELKOM melalui Pendidikan Sistem Ganda.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud dari pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Adapun maksud pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah untuk memperkenalkan para siswa/siswi SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru pada dunia usaha/industri (DU/DI) secara nyata yang tentunya berbeda jauh dengan pembelajaran yang diberikan disekolah dengan aspek hampir semua pekerjaan dilakukan secara praktek dan tidak banyak memerlukan teori. Karena sebagian teori sudah dipelajari di sekolah. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini juga dimaksudkan untuk memperluas dan menambah wawasan siswa/siswi serta lebih memperkokoh lagi skill dan keterampilan siswa/siswi SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru agar siap menjadi tenaga kerja yang ahli dan professional yang dibutuhkan oleh dunia usaha/industry (DU/DI) sekarang.
2. Tujuan dari pelaksanaan PSG
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bertujuan :
a. Secara umum sebagai pedoman dalam pelaksanaan Pendidkan Sistem Ganda (PSG) / magang.
b. Menambah serta memperluas wawasan dan pengetahuan siswa tentang teknologi informasi dan komunikasi yang belum pernah didapatkan disekolah.
c. Memperkokoh skill dan keterampilan siswa/siswi sebagai modal untuk menjadi tenaga kerja yang ahli dan profesional dari berbagai bidang yang dipilih.
d. Mempersiapkan tenaga kerja dimasa yang akan datang sebagai regenerasi untuk memajukan perusahaan dibidang telekomunikasi serta mengembangkan berbagai teknologi yang baru.
e. Menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki keahlian professional, mempunyai etos kerja yang tinggi, kreatif, kompetitif, berwawasan luas dan memiliki sumber daya manusia yang optimal.
3. Maksud penyusunan laporan PSG
Adapun maksud penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah sebagai penunjang dan sarana ilmu bagi media pembelajaran disekolah mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di seluruh dunia yang tidak hanya bisa dihitung
4. Tujuan penyusunan Laporan PSG
a. Sebagai Pembelajaran Tahap Akhir yang merupakan salah satu persyaratan kelulusan SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru.
b. Sebagai Evaluasi dari hasil kerja PSG yang telah dilaksanakan
c. Sebagai Pelengkap persyaratan uji koimpetensi dan nilai PSG SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru.
d. Sebagai bahan pertimbangan antara ilmu yang dipelajari disekolah dengan ilmu yang dipelajari pada saat Pendidikan Sistem Ganda.
C. Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan kerja praktek ini diberikan batasan permasalahan agar memudahkan penulis dan untuk menghindari penyimpanan penulisan, maka pembahasan hanya meliputi instalasi modem dan gangguan speedy di PT. Telkom Banjarbaru.
D. Metode
Dalam penulisan Laporan kerja praktek ini, penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :
1. Metode Interview
Penulis mengumpulkan data dengan cara diskusi atau tanya jawab dengan karyawan Plasa Telkom.
2. Metode Observasi
Penulis menggambil data yang diperlukan dengan mengadakan pengamatan ke PT Telkom Banjarbaru.
3. Metode Studi Literatur
Penulis mempelajari buku-buku sebagai bahan referensi dalam membantu menyelesaikan laporan ini.
E. Manfaat Pendidikan Sistem Ganda
1. Manfaat Bagi Siswa :
a. Terjalinnya kerjasama dan hubungan baik antara Sekolah dengan perusahaan tempat Siswa magang.
b. Sekolah dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui pengalaman kerja Magang.
c. Sekolah akan lebih dikenal di dunia industri.
2. Manfaat Bagi Dunia Industri (DUDI) :
a. Perusahaan akan mendapat bantuan tenaga dari Siswa/Siswi yang melakukan praktek kerja.
b. Adanya kerjasama/hubungan baik antara Sekolah dengan Perusahaan sehingga perusahaan tersebut dikenal oleh kalangan Akademis dan dunia pendidikan.
c. Adanya orang yang mengaudit perusahaan tanpa mengeluarkan biaya dengan adanya laporan-laporan magang yang diberikan kepada perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar